2/13/2008

sajak-sajak di musim hujan

Menghabiskan masa kecil di kota yang sering sekali hujan, saya belajar mencintai hujan, menikmati hujan, merendam kaki di kubangan-kubangan kecil yang ditinggalkan hujan, menghirup pekat bau tanah yang basah, bersama segenap bumi mereguk berkat segar langit, merindukan bisikannya yang menggemuruh, dan menimba inspirasi dari suasana melankoli yang kerap dibawanya...

YANG AKU BUKAN

seratus butir pil tak membuatku kebal
lagi-lagi mendung menggantung
muram bergayut, asa terpuruk
hujan terlanjur turun

jangan kata bercermin
lebih baik transparan
aku tak ingin pulang
biar kutunggu musim gugur
biar kutemani bunga-bunga layu

seperti apakah janji?
pada siapa kutagih?
kata-kataku menguap bersama embun
langit ibarat wajah tanpa ekspresi

(kneedeepville, oktober 2003)

===============================

RECIPROCITY

dalam kereta argo gede
bandung-jakarta
melintas lekas melalui segala
yang terlalu familiar
tak perlu kuceritakan
sawah, bebek, rumah-rumah kumuh
deretan pohon pisang dan kebun singkong
anak-anak main bola di petak tanah kosong
semua begitu biasa
semua jalan untuk hari ini
hanya aku yang sibuk sendiri
meraba hidup di luar gerbong eksekutif
yang seperti berlari meninggalkanku
jangankan bersapa
sedang lambaian tanganku
saja
tak terlihat

(AG, 11 Januari 2004)

=============

CEMBURU

mungkin mungil pinggulnya
atau manis senyumnya
mungkin mulus wajahnya
atau asik gayanya
mungkin semua
yang tidak aku punya
mungkin aku berkaca
pada yang aku bukan
mungkin kau melihat
siapa aku mestinya

(lonely planet, 16/1/04)

===================

LADANG PEREMPUAN TANAH

gerak langkahku menapak menggerus tanah
aku ingin kamu semua melihat
ini jejakku, di sini berdiri kokoh
di atas telapak kaki yang keras kapalan
tak ada sorak tak ada bendera berarak
hanya perempuan menghirup wangi bumi di bawahnya
jari kaki berpeluk nyaman dengan tanah basah
seperti kasut buatan alam
melihat ke bawah aku makin yakin
di sini ladang kugarap
di sini benih kutanam
semata memenuhi rencana sang pencipta
yang menuntunku ke sini

(ec, febuari '04)

======================

BACA

kubuka mata
kucari kata
semesta bungkam
hanya suaraku
mengeja dalam hati
menyusun makna
merengguk arti
kutata dalam pikiran
sebuah perjalanan
menyeruak batas
waktu dan ruang
huruf-huruf berlari
membentuk imaji
warna warni dimensi
tak tersentuh
hawa dan raga
hanya lekat
dalam ingatan


BUKU

ini buku bacaan
tempatku menyelam
tempatku berlari
tempatku belajar
memberi arti
hidup lebih dalam
dari batas hari
dari batas bilik

ini buku dunia
tempatku berguru
pada orang-orang
yang sudah jauh
berjalan di depanku


KOREOGRAFI

mungkin orang pikir aku gila
melonjak berjingkrak tanpa irama
yang tak mereka dengar ternyata ada
walau hanya dalam kepala
bingar sebuah lagu siska
dalam gerak hidup bijana
dari cangkang hingga isinya
sempurna tangis dan tawanya


INI JAMU

ini jamu untuk haid
ini jamu untuk jerawat
ini jamu mules-mules
ini jamu biar langsing
ini jamu semangat di ranjang

ini jamu untuk anu
ini jamu biar itu
ini jamu supaya gini
ini jamu karena perlu

ini jamu segala jamu
ini jamu untuk aku
supaya gini biar ngga gitu
ini aku minum jamu
karena itu aku begini

(el cajon, spring 2004)

==============================

SUPER

kisah di langit seorang manusia super melintas
ternganga dunia tempatnya mentas
serba ini serba itu serba sempurna
wahai dewi, benarkah cacatmu tak ada?

selagi ia lewat di samping awan-awanku
terpaksa tertunduk tak kuat mataku silau
lebih baik kupandang bayangannya di tanah
terkekeh mengingat aku tak sendiri

benarkah manusia tak ada yang sempurna?
mungkin Gusti Pencipta Super Adil menimbang
untuk setiap orang super jelek super jahat super bodo
yang membebani manusia lain dengan kekurangannya
harus ada yang ngimbangi dengan kesupersegalabaikkannya
supaya dunia imbang layaknya ibu alam

mungkin betul mungkin salah
perlukah aku meroket ke langit seperti dia?
kupandang tanah di bawah kakiku
yang kukorek-korek dengan ranting super kecil
super nyaman sentosa tempatku berada
dasar takdirku bukan manusia super

(pagi2 tanpa super bihun, 8 April 2004)

No comments: