12/05/2007

Puisi-puisi untuk Neo


puisi-puisi dari sumber inspirasi yang tak ada habis-habisnya...

-----------------
Sajak Hujan untuk Neo

hari ini hujan, Nak
tak jadi kita main di luar
lebah-lebah pun sibuk mencari tempat berteduh
di antara kuntum melati
hujan ini hujan musim semi
guliran butir-butirnya menjilati kuncup-kuncup daun

dan telapak tanganmu
tergelitik
tetesan dari pinggir atap
senyum geli di wajahmu, Nak
membuyarkan langit suram
dadaku penuh meluap surga

(La Mesa, 24 April 2002)
_________

waktu itu angin meremukkan tulang-tulangku
tapi aku ingin bercerita kepadamu
tentang salju pertama yang turun musim ini
bangku di luar jendelaku terselimut putih
agaknya bukan aku sendiri yang tergoda
untuk meninggalkan tapak tanganku di atasnya

(19 desember 2000)

____________

Sejenak aku terhenyak
separuh jiwaku hendak beranjak
merambah dunia di luar aku
Segenap kekuatanku dalam kepalmu
rapuhku dalam genggamanmu
Mungkin kau kelak akan tahu
betapa jauh aku di dalammu

(10 Januari 2001)

__________

Kubuka mulut untuk berucap
banyak sudah yang ingin kukatakan
akan mengertikah kamu?

Mungkin sekedar mendengar suaraku
bercengkrama dengan waktu
tapi apa artinya bagimu?
waktumu belum lagi tiba
meskipun kita sama-sama menanti

(10 Januari 2001)

------------

akan kuletakkan ranjangmu di sisi jendela
agar dekat dengan duniaku
burung-burung takkan pernah meninggalkanmu sepi
dan bulan yang mengeloni
jika tengah malam kau terjaga
aku selalu ada di dekatmu
(12 januari 2001)

-----------



karena ada secuil ragaku di dalammu
karena separuh jiwaku dibawamu
karena kulihat aku di matamu
aku ingin kau selalu baik-baik saja

-cimanggis, 30 januari 2007

----------------------

-to my good little boy

remind me how to be proud
even when you don't win first prize
show me that humans can fly
even if we can't run fast enough
try not to hurt anyone or anything
even if you feel your fist tightening
try to be good like mother nature
as there is happiness in her as it is in you

(rempoa, 12 mei 2005)

---------------------------

-tinju

tangan kecil mengepal
tinju kecil melayang
hati kecil menangis
'ibu, apa salahku?'

(cimanggis, 25 Agustus 2006)

----------------------

-in your hand

open your hand, dear
let me put my finger in your palm
wrap your fingers around it
let me feel the strength in your squeeze

in the warmth of your skin I'm touched
by your simple wisdom of love, of human heart
in this little hand of yours
the universe opens to an endless sea

(cimanggis, 30 agustus 2007)

-------------------------


:tuk neo

cah,
mengapa kau tersenyum
tiap kali menatapku diremang pagi
indahkah mimpimu tentang aku?

cah,
mengapa tanganmu di wajahku
rengkuh pelukmu tak sebanding cintamu
yang meluap membanjiri benakku

cah,
mengapa aku hanyut
mencoba mengerti semesta lewat matamu
mencoba melukis aku dari tulusmu

cah,
engkaukah malaikat itu?

*super paginya neo, 8 April 2004*

6/25/2007

A nation of poor!

I was in the middle of a book I borrowed from my sister, called: "The Poisonwood Bible" by Barbara Kingsolver, and found this words:

"This is not a poor nation, ... It is only a nation of poor."

It was talking about Congo, yet I found it hit so close to home.

Indonesia is not a poor country, it is a country of poor people.